top of page

AMAN SAAT GELISAH



Yohanes 14 : 1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."


Ketakutan tertular virus, menjadi paranoid dan dirumahkan karena tempat bekerja terpaksa ditutup seiring pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berkurangnya pendapatan karena usaha dan bisnis mandek, kejenuhan tinggal di rumah dan tidak bisa beraktivitas seperti biasa, munculnya persoalan baru dalam keluarga karena semasa pandemi seluruh aktivitas dilakukan di rumah sendiri, tingkat stres yang meningkat, dan lain sebagainya.


Hal-hal tersebut tentu saja membuat kita gelisah dan tidak nyaman, bahkan kehilangan damai sejahtera, terutama di masa pandemi Covid-19 yang telah lalu.


Perasaan gelisah juga dirasakan oleh para murid, sehingga Tuhan Yesus harus menyampaikan pesan untuk memberikan kekuatan.


Pesan-Nya sangat jelas, "Janganlah gelisah hatimu." Tuhan Yesus meminta para murid untuk percaya kepada-Nya. Janji-Nya, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal ... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu ... supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada".


Untuk dapat ke sana, setiap orang yang percaya harus mengikuti jalan yang benar, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Ia telah menyatakan diri-Nya adalah jalan, kebenaran dan hidup yang sesungguhnya.


Orang percaya berjalan pada jalan yang telah ditunjukkan-Nya itu, maka ia dapat tetap merasa tenang, tenteram dan damai, meskipun tengah berada dalam keadaan yang menggelisahkan.


Yesus, yang adalah jalan, kebenaran dan hidup, adalah Tuhan yang akan terus menyertai dan bersama kita di dalam setiap keadaan.


Bahkan dengan keyakinan ini, orang percaya bukan saja akan merasa tenang, tetapi dapat melakukan pekerjaan pelayanan bagi sesama yang berada di dalam ketakutan, kegelisahan dan kehilangan damai sejahtera.


Pekerjaan-pekerjaan yang pastinya Tuhan Yesus akan lakukan sendiri. Pekerjaan-pekerjaan yang Ia kehendaki agar kita juga lakukan.


’’Situasi hidup mungkin menggelisahkan. Ingatlah dan Percayalah, rasa aman hanya ada dalam Kristus.’’

Comments


bottom of page