top of page

ANAK TANGGA KEBIASAAN




Yohanes 21:3 ‘’Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku mau pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.”


Diperkirakan 90 persen dari apa yang kita lakukan setiap hari ditentukan oleh faktor kebiasaan. Kunci dari kebiasaan adalah pengulangan.


Sebuah penelitian menyimpulkan, sesuatu yang kita lakukan berulang terus dalam waktu 28 hari akan menjadi kebiasaan kita. Itu sebabnya pendidikan bertopang pada upaya membangun kebiasaan yang baik dalam diri kita. Sebab jika tidak, maka kebiasaan buruk yang bakal memerintah kita.


Selama 40 hari sesudah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus berulang-ulang menampakkan diri (Kis. 1:3). Dia bertujuan membangun kebiasaan baru dalam diri para murid.


Jika tidak, dengan mudahnya mereka kembali pada kebiasaan lama, yakni menangkap ikan. Tiga kebiasaan baru hendak Dia tanamkan.


Pertama, kebiasaan bersekutu. Dia datang pada saat mereka bersekutu (ay. 2).


Kedua, kebiasaan medengar suara-Nya. Di tepi danau Yesus terus berkata-kata hingga mereka mengenali suara Tuhannya (ay. 7, 12).


Ketiga, kebiasaan melayani. Peristiwa sarapan roti dan ikan (ay. 13) membawa kenangan mereka kembali ke saat pelayanan bagi ribuan orang dalam mukjizat penggandaan ikan dan roti.


Masihkah kebiasaan lama mengendalikan perilaku kita? Ciri kehidupan kristiani ialah tumbuhnya kebiasaan baru yang mewarnai kehidupan kita. Tanpa kebiasaan baru yang sehat mustahil iman kita akan kuat.


Kebiasaan berkumpul (bersekutu) dengan saudara seiman, kebiasaan mendengarkan firman Tuhan, dan kebiasaan melayani ialah yang paling standar.


Tunggu apa lagi? Mari kita bangun kebiasaan-kebiasaan yang ikut mendorong pertumbuhan iman kita.


KEBIASAAN BARU YANG POSITIF ADALAH ANAK TANGGA MENUJU KUALITAS HIDUP YANG BARU


Commenti


bottom of page