top of page

ANTARA MASA LALU DAN MASA DEPAN



1 Korintus 11 : 26 "Setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang"


Bila kita renungkan kembali apa yang telah Allah lakukan di masa lalu, maka kita dapat melangkah dengan penuh keyakinan menuju masa depan. Hal ini dialami oleh bangsa Israel ketika keluar dari Mesir menuju Tanah Perjanjian.


Dalam pasal terakhir dari kitab Kejadian tertulis bahwa sebelum meninggal, Yusuf meminta saudara-saudaranya bersumpah untuk membawa tulang-tulangnya ke negeri yang telah dijanjikan Allah kepada Abraham.


Lebih dari 300 tahun kemudian, Musa membawa tulang-tulang Yusuf manakala bangsa Israel meninggalkan Mesir (Keluaran 13:19).


Selama 40 tahun menggembara, bangsa Israel membawa tabut perjanjian dengan kedua loh batu di dalamnya, serta tulang-tulang Yusuf di dalam sebuah peti.


Tulang-tulang itu menjadi peringatan akan masa lalu mereka, sedangkan tabut perjanjian menunjuk pada masa depan mereka, karena kedua loh batu itu menunjukkan hubungan yang akan mereka jalin bersama Tuhan di Tanah Perjanjian kelak.


Tabut dan peti tersebut menjadi peringatan bahwa Allah yang sedang memimpin mereka untuk melangkah maju juga telah bekerja pada masa lalu mereka. Jaminan dan pengharapan ada di dalam Dia.


Sebagai umat Allah, kita dapat memiliki satu ikatan rohani yang sama tatkala berkumpul untuk merayakan Perjamuan Tuhan.


Saat mengingat kematian Tuhan, kita tahu pasti bahwa Yesus mati untuk kita (1Korintus 11:23-25), sehingga dengan penuh keyakinan kita menantikan kedatangan-Nya kembali (ayat 26). Pengharapan yang nyata ini menguatkan kita untuk hidup bagi Dia hari demi hari.


"Mengingat kematian Kristus memberi kita kekuatan pada hari ini dan pengharapan akan hari esok"

コメント


bottom of page