top of page

BADAI



Matius 8:27 “Orang-orang itu pun heran dan berkata, “Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

“Badai” mungkin adalah tema umum beberapa tahun terakhir. Seluruh dunia menjalani masa pandemi Covid-19 sejak tahun 2020.

Sejak 2022, dampak ekonomi akibat pandemi mulai terasa, dan diprediksi akan memuncak di tahun berikutnya. Sementara itu, isu perubahan iklim masih menggelantung dan belum terselesaikan. Belum lagi, masing-masing kita juga pasti memiliki masalah-masalah pribadi, seperti masalah keluarga, keuangan, pekerjaan, studi, dsb.

Secara kognitif, kita tahu bahwa semua badai pasti akan berlalu. Memang beberapa mungkin akan menyisakan cerita tragis, sementara sisanya dilalui dengan selamat, tapi semua badai pasti akan berlalu. Orang Kristen maupun bukan, menyetujuinya. Lalu apa bedanya?

Dalam kisah Alkitab kita hari ini, baik murid-murid Yesus maupun para pelaut lain di Danau Galilea saat itu sama-sama menghadapi badai dahsyat dan melihatnya berlalu.

Bagi mereka yang tidak bersama Yesus, badai itu dianggap sebagai gejala alam biasa. Tapi bagi murid-murid Yesus, badai tersebut membuat mereka bertanya-tanya tentang identitas Yesus.

Di perikop lanjutannya, identitas Yesus dijelaskan melalui kisah pengusiran roh jahat di seberang Danau Galilea. Murid-murid mengerti bahwa Dia adalah anak Allah yang berkuasa atas alam dan roh-roh jahat.

Sebagai manusia biasa, masalah-masalah kehidupan harus kita hadapi dan lewati. Tapi kalau kita menghadapi badai kehidupan dengan iman bahwa Yesus bersama kita, niscaya badai tersebut akan menguatkan iman kita. Sehingga badai tersebut tidak berlalu begitu saja, melainkan membuat kita bertumbuh di dalam Tuhan.

”Jalani badai kehidupan bersama Yesus, dan kenalilah DIA dengan lebih dalam melaluinya”


Comentarios


bottom of page