top of page

BELAS KASIHAN DAN UPAH



1Tim 1:15 Perkataan ini benar.... "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa”

Ketika pengkhotbah Puritan terkenal Thomas Hooker (1586-1647) menjelang ajalnya, seorang sahabat mencoba menghiburnya dengan berkata, "Brother Hooker, Anda akan segera menerima upah." "Tidak, tidak!" ia menghela napas, "Saya akan pergi untuk menerima belas kasihan!"

Dengan sangat kontras A.W. Tozer mengungkapkan tentang doa seorang laki-laki yang mengira bahwa ia dapat masuk surga sebagai upah atas usahanya memenuhi Sepuluh Perintah Allah. Isi doanya kira-kira seperti ini: "Baiklah Tuhan, saya mengaku bahwa saya tidak melaksanakan titah pertama, ketiga, ketujuh dan kesembilan. Tetapi ingatlah, Bapa, saya sudah melaksanakan titah lainnya."

Betapa bodohnya! Orang ini tidak menyadari bahwa apabila ia mengabaikan satu bagian dari Perintah Allah, ia sudah bersalah terhadap seluruhnya. Apa yang dilakukannya hanyalah membuahkan penghakiman, dan bukan keselamatan.

Saat Rasul Paulus meninjau kembali 30 tahun lebih pelayanannya yang penuh pengorbanan, ia melihat dirinya sebagai "yang paling berdosa" di antara orang berdosa dan bergantung sepenuhnya pada belas kasihan Allah.

Meski tak perlu diragukan bahwa ia juga mengharapkan upah, tetapi ia hanya bermegah dalam salib Yesus. Di sanalah Yesus telah menebus dosa hingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan menerima belas kasihan.

Sungguh ajaib belas kasihan dan anugerah Allah! Suatu hari nanti saya akan "pergi untuk menerima belas kasihan-Nya." Saya harap Anda juga

”Anugrah adalah menerima apa yang tidak layak kita peroleh, belaskasihan adalah tidak menerima apa yang seharusnya kita peroleh”

Kommentarer


bottom of page