top of page

DI BALIK KEBETULAN



Rut 2:3 ‘’Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.’’


Rut mengalami sebuah peristiwa yang unik. Demi mendapatkan sedikit makanan untuk hidup bersama Naomi, ia siap berlelah-lelah mencari sisa-sisa bulir gandum yang tercecer di sebuah ladang.


Ladang milik siapa? Rut pun tidak tahu sebelumnya. Baru ketika ia bertemu dengan Boas, tahulah Rut bahwa ladang itu milik Boas.


Kalimat yang menarik di ayat yang kita baca adalah, “kebetulan ia berada di tanah milik Boas”. Rut tidak merencanakan sebelumnya untuk pergi ke ladang Boas. Rut hanya mencari belas kasihan di ladang seseorang agar diizinkan memungut ceceran bulir gandum, itu saja rencana awalnya.


Bagi kita, tentu ada banyak hal yang terjadi secara kebetulan di luar rencana kita. Begitulah mungkin kita melihat tentang peristiwa yang dialami Rut.


Siapa yang menyangka jika akhirnya Rut menjadi istri Boas? Namun seperti apa pun perspektif kita tentang sebuah peristiwa, apa yang nampak sebagai kebetulan, ternyata Tuhan sedang bekerja di baliknya. Tuhanlah yang menempatkan Rut dalam ladang Boas, bahkan berjumpa dengan Boas sendiri.


Dari kisah pertemuan Rut dan Boas ini kita diingatkan bahwa apa yang kita anggap sebagai suatu kebetulan, sebenarnya bukanlah suatu kebetulan (peristiwa tanpa sebab), tetapi Tuhan memang sedang mengerjakan sesuatu dalam hidup kita.


Oleh karena itu, kiranya dalam setiap rencana, kita meminta pimpinan Tuhan. Dengan demikian, apa pun peristiwa yang kita alami kita dapat belajar memahami kehendak Tuhan.


”Bahkan di balik setiap kebetulan-kebetulan yang kita alamipun Tuhan bekerja untuk menyatakan kehendakNya”

Comments


bottom of page