top of page

DIBUANG VS DIUTUS




Yeremia 29:7 “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”


Dua pemuda hanya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pilihan terakhir mereka. Meski kecewa keduanya pun mulai kuliah.


Bedanya, yang pertama merasa “terbuang” dan sekadar bertahan; sedangkan yang kedua kuliah sebaik mungkin, karena percaya Tuhan punya rencana indah dengan menempatkannya di sana. Ia menjadi mahasiswa yang meraih prestasi berskala nasional, membuat bangga baik kampus maupun orangtuanya.


Allah, melalui nabi Yeremia, meminta umat-Nya dalam pembuangan memilih sikap seperti mahasiswa kedua tadi.


Sebagai keturunan Abraham, bangsa Israel telah dipilih untuk diberkati dan memberkati segala bangsa.


Memang tujuh puluh tahun di Babel adalah hukuman atas pelanggaran mereka, namun rancangan berkat Allah tetap akan digenapi pada waktu-Nya. Tak heran Allah mengutus mereka mengusahakan shalom di tempat yang tidak mereka suka itu.


Allah mau mereka hidup normal, bahkan maksimal, sebagai wujud kesaksian umat pilihan-Nya di tengah bangsa asing. Dalam perspektif surga, bangsa yang dibuang itu sebenarnya juga sedang diutus Allah.


Baru pindah rumah, kuliah, atau bekerja di tempat yang tidak kita sukai? Sebagai murid Kristus, kita punya dua pilihan sikap.


Pertama, kita bisa berkata: “Tempat dan orang-orang yang tak kusukai ini tidak menjanjikan masa depan buatku!”


Kedua, kita bisa berkata: “Aku akan lakukan yang terbaik. Allah ada di tempat ini, dan Dia punya rencana atas hidupku, juga atas tempat dan orang-orang yang tidak kusuka ini melalui hidupku.” Sikap mana yang Anda pilih?


”Seorang buangan sekedar bertahan, tetapi seorang utusan menjaga kesaksian dan mengusahakan perubahan”

Comments

Couldn’t Load Comments
It looks like there was a technical problem. Try reconnecting or refreshing the page.
bottom of page