top of page

KARENA TIDAK MELAKUKAN



Matius 25:45 “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.’’


Orang bilang, “Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab.”


Kita setuju, bukan dalam arti “silakan berbuat asal mau memikul akibat”, melainkan bahwa semua yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan. Pertanyaannya, hanya yang dilakukan sajakah yang harus dipertanggungjawabkan?


Ternyata tidak begitu. Sabda Tuhan menyatakan bahwa kita harus mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan, dan juga apa yang tidak kita lakukan.


Mengapa demikian? Tindakan adalah realisasi keputusan: keputusan untuk melakukan sesuatu, dan keputusan untuk tidak melakukan sesuatu.


Artinya, tindakan kita meliputi apa yang kita lakukan, dan apa yang tidak kita lakukan. Sebab itu, kita bersalah tak hanya karena hal keliru yang kita lakukan, namun juga karena hal benar yang tidak kita lakukan.


Ketika para penyandang cacat harus bersusah payah menaiki tangga ke ruang ibadah, gereja bersalah karena tak menyediakan jalur khusus untuk mereka.


Ketika penularan Covid-19 masih tinggi dan kita mengabaikan protokol kesehatan, kita bersalah karena tidak menjaga diri dan sesama.


Untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu, kita tentu punya alasan, dan bisa saja alasan itu sahih. Namun, jika tak ada alasan yang cukup, kita sungguh bersalah jika tidak melakukan hal yang kita harus dan bisa lakukan.


Jangan lupa, dunia ini terpuruk tak hanya karena orang-orang jahat melakukan hal-hal jahat, tetapi juga karena orang-orang baik tidak melakukan hal-hal baik yang seharusnya mereka lakukan.


TIDAK MELAKUKAN HAL BENAR YANG SEHARUSNYA KITA LAKUKAN ADALAH SEBUAH KESALAHAN

Comments


bottom of page