top of page

KEBUTUHAN UTAMA KITA



Yohanes 6:35 “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi”

Panglima tertinggi William Slim memimpin angkatan perang Inggris dalam penyerangan ke Birma pada Perang Dunia II. Ketika memperhatikan para tentaranya, ia mendapati salah seorang tentaranya sangat sedih karena kabar buruk yang diterimanya dari rumah. Maka dari itu, sang komandan meminta agar pemimpin pendeta di angkatan itu mengutus seorang anggota stafnya untuk berbicara kepada tentara ini.

Tak lama kemudian, panglima itu memanggil sang pemimpin pendeta. Dengan sangat tidak puas dan jengkel, ia berkata,"Salah satu staf Anda sudah menemui tentara itu. Ia memang sangat ramah dan mereka minum teh bersama, tetapi ia tidak membagikan kepada tentara itu apa yang sesungguhnya menjadi kebutuhan utamanya." "Apakah kebutuhan utama tentara itu?" sang pendeta kaget dan bertanya. Slim menjawab, "Dia yang di atas kayu salib."

Yesus berkata, "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi" Yohanes 6:35

Ketika kita berhubungan dengan orang yang membutuhkan, sangatlah penting untuk mengingat bahwa Yesus adalah jawaban dari kesepian, depresi, dan sakit hati mereka.

Memang kita harus ramah dan suka bergaul, tetapi kita juga harus menunjukkan kepada mereka tentang Dia yang di atas kayu salib itu, sang Juruselamat yang menanggung dosa kita, yang oleh-Nya kita mendapat pengampunan, kekuatan, anugerah, dan pengharapan.

Ya, Yesuslah satu-satunya jawaban atas kebutuhan utama kita.

”Yesuslah satu-satunya roti hidup yang sanggup memuaskan kelaparan rohani kita”

Comments


bottom of page