top of page

MASUK AKAL



1 Raja-Raja 19 : 15 "Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram."


Seorang pria pulang dari gereja dalam keadaan marah. Tadi ia bercerita kepada Pak Pendeta kalau sedang banyak masalah dalam keluarganya.


Bisnisnya macet, istrinya terlihat akrab dengan pria lain, putra-putrinya pun terlibat pergaulan bebas. Disangkanya, ia akan dikasihani dan dihibur.


Namun Pak Pendeta justru mendorongnya turut melayani Tuhan di gereja. "Anjuran tidak masuk akal," katanya geram.


Tampak tidak masuk akal anjuran melayani Tuhan saat banyak masalah menimpa kehidupan. Namun dipikir-pikir lagi, anjuran itu sangat masuk akal.


Dengan melayani Tuhan, pikiran tidak terfokus pada persoalan. Faktanya, jika melulu memikirkan persoalan, dapat muncul kecemasan dan kegelisahan.


Pula ketakutan yang berlebihan, seperti dialami Nabi Elia. Jauh ia berlari masuk ke padang gurun, lalu berkata ingin segera mati. Elia sampai bertindak demikian karena berfokus pada perkataan Izebel.


Dalam pikiran terus terbayang perempuan itu mencabut nyawanya. Ia lupa baru saja menang bertanding melawan 450 nabi Baal (lih. 1Raj. 18:20‒40).


Menanggapi ketakutan Elia, Tuhan memberinya tugas pelayanan. Elia diminta mengurapi Hazael menjadi raja Aram, Yehu menjadi raja Israel dan Elisa menjadi nabi menggantikannya. Menarik setelah itu tidak terlihat Elia ketakutan.


Bukan berarti kita mengabaikan persoalan atau tidak berupaya menangani masalah. Hanya jangan biarkan pikiran terfokus ke sana.


Saat melayani, fokus pikiran teralihkan dari persoalan pada pekerjaan Tuhan. Mungkin masalah tetap ada, tetapi kita menjadi kuat menghadapinya karena kita disadarkan bahwa Tuhan yang kita layani terlebih besar dari segala persoalan.


"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" Matius 6:33

Kommentare


bottom of page