top of page

MELAMPAUI KEMUSTAHILAN



Ulangan 7:18 "Maka janganlah engkau takut kepada mereka; ingatlah selalu apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap Firaun dan seluruh Mesir."


Saat kita mengalami kegagalan, merasakan kehancuran hati, atau saat kita merasa takut atas pergumulan yang sedang kita hadapi, sering kali menyerah menjadi jawaban.


Kita merasa bahwa hidup kita telah mencapai batasnya, dan merasakan kemustahilan untuk dapat mencapai apa yang kita impikan. Tetapi justru ketika kita menyadari akan adanya kemustahilan itulah, kita tidak akan mampu melihat adanya jalan yang terbuka.


Dalam firman-Nya, Tuhan mengingatkan kepada bangsa Israel untuk tidak berkecil hati dalam keterbatasan mereka.


Sebagai manusia, sudah sewajarnya apabila mereka bersedih atas apa yang tidak memungkinkan, atas masalah yang dianggap tidak bisa mereka atasi, seperti bila mereka harus berhadapan dengan bangsa yang lebih besar.


Tetapi dalam setiap ketidakmungkinan tersebut, Tuhan mengajak mereka untuk mengingat tindakan Tuhan kepada Firaun dan bangsa Mesir, yang oleh karena pertolongan Tuhan, maka mereka dapat terbebas dari Mesir. Artinya, Tuhan mengajak mereka untuk tidak berputus asa, karena sikap putus asa hanya akan membuat mereka menutup setiap kemungkinan.


Tuhan menunjukkan bahwa kemungkinan itu selalu ada, karena Tuhan sendiri yang membuka setiap kemungkinan, memberikan harapan, serta kekuatan kepada mereka.


Tuhan mengajak kita untuk tetap berani menghadapi setiap pergumulan, dan tidak menutup setiap kemungkinan. Karena Tuhan selalu memberikan setiap jalan dan kemungkinan, supaya kita dapat melalui pergumulan kita dengan baik.


"Banyak hal mustahil apabila kita lakukan sendiri, tetapi tidak ada yang mustahil apabila kita melakukannya bersama dengan Tuhan"

Comentarios


bottom of page