top of page

MEMPERBAIKI POSISI



Mazmur 73:17 ‘’Sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.’’


Sahabatku, ketika pertama kali naik kereta, saya tersenyum saat mendengar arahan petugas pengawalan kereta api berkata, "Lewat pintu sebelah sana saja, sepertinya lewat sini tidak cukup."


Mendengar itu, konsentrasi antrean penumpang mulai terpecah, tetapi saya tetap turun dari pintu yang sama. Saya bukannya sok tahu atau menentang petugas itu, tetapi dari posisi saya berdiri masih terlihat ada celah yang bisa dilewati saat turun dari gerbong.


Dalam menjalani hidup, posisi kita dalam memandang sesuatu akan menentukan respons kita saat menghadapi masalah atau pergumulan.


Pemazmur saat itu juga sedang mengeluhkan beratnya beban hidupnya, sementara ia berusaha hidup berkenan kepada Allah. Ia bahkan merasa bahwa kehidupan orang fasik jauh lebih mujur dan menyenangkan, sampai Pemazmur "memperbaiki posisi" dalam menilai kehidupannya, dengan masuk ke tempat kudus Allah.


Dari sanalah ia dapat mengerti kesudahan hidup orang fasik yang jauh dari kata mujur. Pandangan baru yang lantas membuatnya berikrar: "Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya".


Apakah kita sedang merasa tidak nyaman dengan kehidupan yang sedang kita jalani? Apakah kita sedang "mencari pintu" yang menurut kita lebih pas atau dapat menyelesaikan persoalan kehidupan dengan lebih cepat?


Cobalah sedikit "memperbaiki posisi" dengan mendekat kepada Allah, mungkin kita akan mendapat pencerahan, kekuatan, atau kobaran iman untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.


Posisi kita dalam memandang kehidupan dapat menentukan respons terhadap berbagai peristiwa kehidupan


Комментарии


bottom of page