top of page

MENGUBAH UJIAN



Yakobus 1 : 2 Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan"


Kata-kata Yakobus "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan" merupakan kunci penting untuk mengubah ujian menjadi kebahagiaan.


Meskipun kita tidak dapat memilih ujian yang kita terima, tetapi kita dapat memilih cara untuk menanggapinya.


J.B. Phillips menyederhanakan perkataan Yakobus demikian: "Jangan anggap ujian sebagai musuh, melainkan sebagai sahabat!"


Konselor Inggris Selwyn Hughes mengingatkan orang-orang bahwa ujian dapat menjadi sahabat jika tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Yesus.


Jika tujuan hidup kita hanyalah menghindari kesulitan atau masalah, maka ujian tersebut akan menjadi musuh.


Hughes mengakui bahwa ia sendiri terkadang juga sulit menerapkan nasihatnya itu. Ia teringat ketika suatu kali ia dan istrinya menghentikan mobil di pinggir jalan untuk melihat peta.


Sebuah truk membelok tiba-tiba dan menabrak mobil mereka. Mereka memang tidak terluka, tetapi mobil mereka rusak berat. Lalu hujan mulai turun! Tiba-tiba saja Hughes mulai frustrasi, gelisah, dan marah kepada sopir truk tersebut, sehingga ia benar-benar sulit untuk menerima peristiwa itu sebagai suatu kebahagiaan. Namun saat mereka menunggu polisi, ia mulai berpikir bagaimana Allah dapat menggunakan ujian tersebut untuk membuatnya semakin serupa dengan Yesus. Berangsur-angsur ia bisa juga bersahabat dengan masalah tersebut.


Bila kelak Anda menghadapi ujian, bersahabatlah dengannya dan izinkan Allah memakai situasi tersebut untuk membuat Anda semakin menyerupai Yesus.


"Allah menentukan segala peristiwa yang akan kita lewati. Kita menentukan strategi untuk melewati semua itu"

Comments


bottom of page