top of page

PEMERAN DI BALIK LAYAR



Kis. Pr. Rasul 9:27 “Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul serta menceritakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.”

Seorang ibu mengundang pak pendeta berkhotbah di rumahnya. Di sana berkumpul 20 pemuda berandalan.

Usai berkhotbah, semua bertobat. “Anda luar biasa,” puji rekannya “Kau salah,” ucap beliau, “yang luar biasa adalah ibu pemilik rumah.”

Selama 3 bulan setiap akhir pekan si ibu mengundang pemuda-pemuda itu makan di rumahnya. Lama-kelamaan mereka merasakan kehangatan. Tidak heran saat Injil disampaikan, mereka mau menerima. Rupanya, ada pemeran di balik layar.

Petrus dan Paulus, keduanya sosok penginjil luar biasa. Usai Petrus berkhotbah, 3.000 orang bertobat. Demikian juga Paulus, sangat banyak jiwa dibawanya mengenal Kristus.

Tidak hanya orang Yahudi, tetapi juga bangsa-bangsa lain. Faktanya, kesuksesan Petrus dan Paulus tidak lepas dari pemeran di balik layar.

Petrus mungkin tidak tampil jika Andreas, saudaranya, tidak membawanya kepada Yesus. Sementara Paulus, kiprahnya ialah atas bantuan Barnabas.

Memang, Paulus sudah bertobat sesudah dilawat secara pribadi oleh Yesus. Si penganiaya jemaat menjadi penginjil. Namun, masa lalu Paulus tidak serta-merta dapat terlupakan.

Murid-murid semua ketakutan kepadanya. Barnabas meyakinkan murid-murid jika Paulus sungguh-sungguh bertobat . Alhasil, mereka dapat menerima Paulus. Barnabas membuka pintu penginjilan bagi Paulus.

Hampir setiap kesuksesan muncul dikarenakan jasa pemeran di balik layar. Tampaknya bantuan mereka sederhana, tetapi jika tanpa orang-orang itu, keberhasilan tidak mungkin dapat digenggam.

Apabila kesuksesan sekarang kita raih, jangan lupakan para pemeran di balik layar.

”Di saat sudah berjaya, jangan lupakan orang-orang yang pernah berjasa”

コメント


bottom of page