top of page

PENAKLUK ATAU TAKLUK?




Hakim-hakim 16:21 ‘’Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling.’’


Kehadiran Simson mendatangkan kegentaran dalam hati orang-orang Filistin. Meneropong prestasi Simson, mereka sadar tidak sanggup menaklukkan pahlawan Israel yang gagah perkasa itu.


Singa dicabiknya (Hak. 14:6), tali-tali pengikat diputuskan dengan mudah (Hak. 15:14), musuh dihajarnya (Hak. 15:15), pula pintu gerbang diangkut di atas kedua bahunya dan dibawa ke puncak gunung (Hak. 16:3).


Menjelang akhir hidupnya, tercatat Simson berubah menjadi lemah. Ia ditangkap orang Filistin dan dibawa ke Gaza.


Matanya dicungkil dan ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga (ay. 21). Simson yang awalnya adalah hakim, sekarang ini menjadi penggiling.


Simson yang sebelumnya berkuasa, sekarang melawak menyemarakkan suasana. Sang penakluk berubah menjadi takluk.


Medali kemenangan yang semula berada di tangan Israel, kini beralih ke Filistin. Ironis, hal itu terjadi bukan karena di pihak orang Filistin muncul pahlawan yang lebih kuat, melainkan seorang perempuan bernama Delila.


Faktanya, hati Simson terpikat oleh Delila yang cantik nan lembut. Setelah dibujuk dan dirayu, Simson menceritakan rahasia kekuatannya.


Apa yang kuat tidak selalu harus ditaklukkan dengan yang kuat. Iblis tahu benar akan kebenaran ini. Itu sebabnya untuk menjatuhkan kita ke dalam dosa, Iblis tidak hanya menyuguhkan dosa besar, tetapi juga kompromi-kompromi kecil.


Tidak ada cara lain untuk menang selain menguasai diri! Caranya adalah menjaga hati dengan segala kewaspadaan (Ams. 4:23).


Dengan senantiasa menjaga hati, kita tidak akan berubah dari penakluk menjadi takluk, dari pemenang berubah menjadi pecundang.


”Jagalah hati senantiasa agar kehidupan kerohanian kita terus berakar kuat di dalam Tuhan’’


תגובות


bottom of page