top of page

PENCOBAAN: BAIK ATAU BURUK?



Matius 6:13 “Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.”


Dalam bahasa Yunani, kata pencobaan adalah peirasmos yang dapat diterjemahkan sebagai 'ujian' atau 'jebakan'.


Menariknya, surat Yakobus menggunakan keduanya sekaligus. Di satu sisi, orang percaya sepatutnya menyambut baik pencobaan sebagai ujian yang dapat memurnikan dan mendewasakan dirinya.


Di sisi lain, pencobaan dapat menjadi jebakan dari si jahat untuk membawa kita ke dalam dosa.


Kalau begitu, bagaimana kita seharusnya memahami pencobaan? Apakah pencobaan adalah hal yang berguna atau berbahaya bagi iman kita?


Sebenarnya kedua makna ini tidak perlu dipertentangkan. Pada kenyataannya, jebakan dari iblis dapat diizinkan Allah untuk menguji kita.


Contohnya pada apa yang dialami Ayub. Iblis mendatangkan pencobaan kepada Ayub untuk menghancurkan dia. Akan tetapi, pencobaan iblis ini malah menumbuhkan iman Ayub kepada Allah.


Sebaliknya, ujian dari Allah dapat ditunggangi iblis untuk menjebak kita. Contohnya pada pencobaan Yesus Kristus di padang gurun.


Kitab Injil mengatakan bahwa Roh Allah yang membawa Yesus ke situ. Namun, iblislah yang menggoda Yesus.


Bagaimana praktisnya bagi kita?


Pertama-tama, hadapilah pencobaan dengan keyakinan bahwa Allah berkuasa untuk menghadirkan hal yang baik melaluinya.


Berdoalah kepada Allah. Jangan tenggelam dalam kemarahan dan kekecewaan.


Kedua, pastikan perkataan dan perbuatan kita di tengah pencobaan selaras dengan petunjuk firman Tuhan. Inilah artinya bertahan dalam pencobaan.


”Baik atau buruknya hasil akhir dari sebuah pencobaan ditentukan oleh respons Iman kita menghadapinya’’


bottom of page