top of page

PERISAI DAN MUSIK




Mazmur 3:4 “Tetapi, Engkau, Tuhan, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.”


Selama pandemi Covid-19, kita dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan 5M, yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Tujuannya mencegah kita tertular virus, dan, jika kita sudah tertular, tidak menyebarkan virus kepada orang lain. Protokol ini melindungi dan menjaga kesehatan kita.


Daud menggambarkan perlindungan Tuhan sebagai perisai. Dalam bahasa Ibrani, kata untuk perisai adalah magen, yang mirip dengan kata nagen.


Selain berarti perisai, magen juga berarti pelindung. Adapun nagen berarti musik atau musik yang dimainkan dengan alat petik.


Daud piawai memainkan alat petik. Saat ia mengalami stres, Daud dapat menyendiri dan memainkan alat petiknya, dan memperoleh ketenangan melalui permainan musik tersebut. Daud, dengan demikian, menyatakan bahwa Allah itu bukan saja pelindungnya, melainkan juga pemberi ketenangan atau kesehatan jiwa di tengah berbagai masalah yang menyerangnya.


Begitulah perlindungan Tuhan dalam kehidupan kita. Dia tidak hanya menjadi perisai yang melindungi kita dari serangan musuh atau masalah hidup, tetapi Dia juga bekerja di dalam batin kita seperti musik yang membangkitkan ketenangan jiwa sehingga kita dikuatkan untuk menghadapi badai tersebut.


Seperti Daud pula, selain berdoa dan berpegang teguh pada janji-Nya, kita dapat bermain musik atau mengerjakan hobi yang menenteramkan hati saat bergumul dengan persoalan hidup.


”TUHAN adalah perisai dan musik dalam hidup kita, memberikan perlindungan dan ketenangan jiwa”

Comments


bottom of page