top of page

PRASANGKA BURUK



Matius 5 : 16 "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga"


Ketika Pendeta Clark akan memasuki ruang kebaktian, seorang pengurus gereja melapor: "Pak, ada seorang pria aneh duduk di bangku tengah. Kostumnya mirip penyihir. Ia memakai anting-anting besar. Berwajah seram. Bagaimana jika ia mengacau ibadah? Apa yang harus kita lakukan?"


Sang Pendeta berkata: "Sambutlah dia. Tunjukkan bahwa kita mengasihinya. Jangan berprasangka buruk. Belum tentu ia ingin mengacau."


Pagi itu Clark mengajak jemaat bersalaman dengannya. Bahkan seusai ibadah, ia mengajak si pria aneh minum kopi bersama. Ternyata ia banyak bertanya tentang Injil. Merasa diterima, ia terus datang lagi, sampai akhirnya dibaptiskan!


Kristus meminta kita menjadi orang yang membawa pengaruh dalam hidup sesama.

Bagai garam yang memberi rasa. Bagai terang yang membuat orang bisa melihat seperti apa Yesus itu. Namun, terang dalam diri kita bisa pudar jika hati kita dipenuhi prasangka buruk.


Prasangka menciptakan ketakutan. Rasa takut membuat kita menutup diri. Membangun tembok. Itulah yang membuat terang kita tak dapat bercahaya di depan orang. Akibatnya, mereka tak bisa melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa di surga.


Apakah Anda sering berprasangka buruk terhadap orang lain?

Di sekitar kita banyak "orang aneh": yakni mereka yang berbeda dengan kita. Belum tentu mereka seburuk yang Anda bayangkan. Justru sebenarnya banyak dari mereka membutuhkan sentuhan kasih dari kita.


Jadi, belajarlah berpra-sangka baik! Bangunlah jembatan, bukan tembok. Anda akan mampu menjadi garam dan terang.


"Prasangka baik memampukan anda menjangkau sesama, prasangka buruk memenjarakan anda dari mereka"


Comments


bottom of page