top of page

SELAGI MASIH ADA KESEMPATAN



Amsal 28:13 ‘’Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.’’


Tak jarang media menyajikan berita tentang terungkapnya kasus kejahatan setelah si pelaku menyembunyikan untuk beberapa waktu lamanya. Bahkan sering kali si pelaku merupakan pemimpin atau tokoh panutan bagi kelompoknya.


Benarlah pepatah, “Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga,” yang artinya suatu kesalahan pasti akan terungkap juga sebaik apa pun ditutupi.


Setelah Elisa menyembuhkan Naaman, panglima raja Aram dari penyakit kusta, Naaman berniat memberikan suatu pemberian kepada Elisa sebagai bentuk ungkapan syukur atas kesembuhannya. Namun Elisa menolak pemberian tersebut meskipun Naaman mendesaknya.


Elisa menyadari bahwa yang dilakukannya karena Ia adalah pelayan Tuhan semata bukan karena mencari keuntungan. Namun, sesaat setelah Naaman pergi, Gehazi, bujang Elisa mengejar Naaman untuk meminta setalenta perak dan dua potong pakaian.


Demi kepentingannya, Gehazi berbohong dengan membangun sebuah citra yang baik. Gehazi mengatasnamakan Elisa, meminta pemberian untuk diserahkan kepada rombongan nabi yang nyatanya tidak ada.


Ketika Elisa menginterogasinya, Gehazi tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Kebohongan Gehazi ini pun akhirnya mendatangkan hukuman penyakit kusta, bukan hanya untuk dirinya namun untuk anak cucunya.


Manusia mungkin saja dapat menyembunyikan kejahatan di hadapan manusia dan berlindung di balik topeng citra dan perbuatan baiknya. Namun Tuhan tidak dapat dibohongi. Apakah ada dosa yang disembunyikan dan terus dilakukan?


Jika ada, segeralah mengaku dan bertobat selagi Allah masih memberikan kesempatan dan sebelum dosa menghancurkan.


DOSA BELUM TERKUAK BUKAN BERARTI AMAN UNTUK TERUS DILAKUKAN KARENA ALLAH TIDAK BERDIAM DIRI

Comments


bottom of page