top of page

SELANGKAH DEMI SELANGKAH



1 Samuel 7:12 ‘’Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita."


Salah satu kalimat favorit Ibu pendeta yang pernah datang melayani di jemaat kami adalah, "Jalan satu langkah, lihat lagi selangkah ke depan."


Itu yang sering dikatakannya kepada anak-anak maupun jemaatnya ketika mereka menghadapi masalah dan ketidakpastian.


Apa yang dikatakannya, itulah yang Ibu Pendeta yakini untuk hidupnya sendiri. Dia percaya bahwa Tuhan akan memelihara dirinya seumur hidupnya. Juga bagi seluruh keluarganya, apa pun yang terjadi.


Padahal suaminya telah meninggal karena kanker beberapa puluh tahun sebelumnya dalam kondisi finansial yang kurang menguntungkan.


Umat Tuhan acapkali menghadapi hidup tanpa kepastian. Juga tanpa harapan yang menggembirakan. Namun justru di masa sulit, Tuhan memperlihatkan pemeliharaan dan pimpinan-Nya.


Hal itu dialami oleh Israel di masa Samuel. Mereka baru saja bertobat dan beribadah kepada Tuhan setelah orang Filistin mengembalikan tabut perjanjian yang dirampasnya. Mereka diserbu kembali oleh Filistin yang sama yang membunuh anak-anak imam Eli serta mengalahkan orang Israel. Namun oleh doa Samuel, Tuhan mengacaukan tentara Filistin dan Israel pun memukul kalah Filistin. Di sanalah Samuel mendirikan batu peringatan yang disebut Eben-Haezer.


Tuhan tidak membuka semua rencana-Nya kepada kita. Namun di setiap perhentian, kita perlu mengingat bahwa Tuhan ada.


Sekalipun jalan kita tidak selalu aman, kita percaya bahwa Ia senantiasa memelihara dan memimpin. Relasi yang baik dengan Tuhan niscaya menambah keyakinan kita, bahwa Tuhan peduli dan mendengar seruan kita minta tolong.


TUHAN TIDAK MEMBUKA SELURUH RENCANA-NYA KEPADA KITA. NAMUN IA TETAP MEMIMPIN, SELANGKAH DEMI SELANGKAH.

Comments


bottom of page