top of page

SENDIRI TAPI TIDAK SENDIRIAN



2 Korintus 4 : 9 "Kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa."


Adakalanya kita merasa seorang diri menghadapi berbagai pergumulan, kesulitan dan tantangan hidup ini.


Merasakan beban berat sendiri, menangis sendiri, merasakan sesak sendiri dan merasa seakan tidak ada yang peduli.


Kita mulai dihinggapi lelah, kecewa, marah dan putus asa. Semuanya semakin terasa ketika seisi rumah seakan tidak mau turut merasakan apa yang kita rasakan. Mereka sibuk dengan diri sendiri.


Orang-orang di gereja sibuk dengan urusan "pelayanan" masing-masing semakin membuat kita merasa tersisih, sendiri dan mungkin terpinggirkan.


Paulus memberikan gambaran pengalamannya sebagai seorang pemberita Injil.


Berbagai situasi tidak mengenakkan harus ia alami. Ditindas, dianiaya, diempaskan dan mengalami berbagai situasi yang dapat melemahkan diri dan imannya.


Hanya saja, Paulus menegaskan ia memiliki "harta" berharga yang menguatkan keyakinannya, bahwa selalu ada kekuatan yang berlimpah-limpah, bukan dari dirinya sendiri, tetapi dari Allah Sang Sumber Kekuatan.


Kuasa Allah dalam pekerjaan Roh Kuduslah yang membuat Paulus tidak merasa putus asa, tidak merasa kalau segalanya sudah berakhir dan tidak ada lagi jalan keluar serta harapan.


Bisa jadi, saat ini kita merasakan dan mengalami pengalaman seperti Paulus. Beban hidup yang begitu berat, pergumulan ekonomi dan pekerjaan, merasa sendirian menghadapi semuanya, kecewa dan bahkan hampir putus asa.


Ingatlah, bahwa kita tidak akan pernah menghadapi semua sendirian dan dengan kekuatan sendiri yang serba terbatas.


Kekuatan sesungguhnya datang dari Allah di dalam Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus. Dari Allah Bapa yang selalu bersama dengan kita setiap saat.


"Sering kali kita merasa seorang diri menghadapi kesulitan hidup ini. Nyatanya kita tidak sendirian sebab Tuhan Yesus selalu menyertai"

Comments


bottom of page