top of page

TIDAK SENGAJA



Yosua 20:3 “Supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah.”


Tanpa disengaja dan disadari, kita kadang berbuat dosa yang tidak kita rencanakan sebelumnya.


Sebaliknya ada dosa yang dilakukan karena memang sudah direncanakan sebelumnya, bisa didasari iri hati, dendam, tekanan ekonomi, haus kekuasaan dan kedudukan atau berbagai alasan lainnya.


Kain mengajak Habel, adiknya, ke padang. Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, lalu membunuhnya karena hati Kain sangat panas terhadap Habel.


Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria agar Yoab menempatkan Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian mengundurkan diri dari padanya, supaya Uria terbunuh mati karena Daud ingin mengambil istri Uria menjadi istrinya.


Pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja ini, mendapat hukuman: terkutuklah Kain (Kej. 4:11–12); Tuhan menimpakan malapetaka ke atas Daud (2Sam. 12:10–12,14).


Dalam kitab Yosua, siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, tidak ada niat atau menaruh benci lebih dahulu, dapat melarikan diri ke salah satu kota perlindungan.


Karena itu, jangan sampai ada niat dalam hati kita untuk dengan sengaja berbuat dosa sekecil apa pun.


Mungkin manusia tidak mengetahui kesengajaan hati tapi Tuhan menguji hati, Ia menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita, Tuhan yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.


’’Jangan berniat sedikitpun untuk sengaja berbuat dosa, Tuhan tahu niat hati kita”

bottom of page