top of page

TUHAN DI TENGAH KETIDAKADILAN



Mazmur 11:7 “Sebab Tuhan itu adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.”

Sahabat Renungan harian, ketika saya menyiapkan tulisan ini, saya teringat ada berita yang mengusik rasa keadilan. Ada terdakwa yang dibebaskan hakim, padahal dia melakukan penipuan dan penggelapan atas uang sedikitnya 23.000 nasabah koperasi simpan pinjam dengan nilai kerugian hingga 106 triliun. Ada mahasiswa naik motor dan ditabrak mati oleh pensiunan polisi, namun justru ditetapkan sebagai terdakwa dan dinyatakan meninggal oleh karena kesalahannya sendiri.

Kepahitan akibat menjadi korban ketidakadilan membuat beberapa orang meragukan kepedulian Tuhan.

Apakah Allah itu adil hanya menurut Alkitab, tapi tidak berlaku dalam kenyataan hidup?

Pengalaman Daud menjadi bukti bahwa TUHAN mencintai keadilan. Salah satu pengalaman Daud adalah ketika ia dikejar-kejar Saul untuk dibunuh.

Daud dalam keadaan tidak berdaya, tempatnya berdiri seolah sudah dihancurkan. Teman-teman menasihatkan agar Daud melarikan diri ke gunung, namun Daud memilih berlindung pada Tuhan. Tuhan itu adil dan Ia membenci kekerasan. Kita dapat mengandalkan-Nya.

Kita bisa menjadi korban ketidakadilan. Namun, itu tidak berarti Tuhan tidak memedulikan kita. Tuhan pasti membalas kejahatan, meskipun terkadang memakan waktu bertahun-tahun.

Daud pun dikejar Saul hingga belasan tahun hingga Saul akhirnya mati bunuh diri di tengah peperangan.

Di tengah ketidakadilan yang besar yang dialami Daud, ia tetap percaya kepada Allah. Demikian pula, kita perlu sabar menantikan Tuhan bertindak dengan adil.

”Nantikanlah Tuhan dan jangan menuntut balas. Tuhan menyatakan keadilan dan akan bertindak sesuai kehendak dan waktu-Nya”

bottom of page