top of page

TUHAN PEDULI



Yohanes 19:26 “Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, "Ibu, inilah anakmu!"

Kadang dapat muncul pikiran spontan ketika kita menderita, "Apakah Tuhan peduli?" "Bukankah Ia Mahakuasa dan pasti dapat mencegah musibah menimpa saya?"

Keraguan akan kasih Tuhan pun menyelinap. Bahkan kita lalu membandingkan diri dengan orang yang tidak takut Tuhan. Mereka tampak hidup lebih baik dan sejahtera. Dalam keadaan demikian, ada baiknya kita menengok keluarga Yesus sebagai contoh.

Ketika Yesus disalib, Yusuf sudah meninggal lebih dulu. Itu sebabnya Maria, ibu Yesus, menghampiri salib Yesus tanpa didampingi oleh Yusuf.

Yesus pun menitipkan Maria kepada Yohanes yang segera menerima dan merawatnya. Yang menarik, Yesus adalah pembuat mukjizat dan penyembuh. Orang mati pun Ia sanggup bangkitkan.

Namun, Yusuf toh tidak disembuhkan ataupun dibangkitkan. Kita tidak tahu mengapa Yesus tidak melakukan mukjizat bagi anggota keluarganya sendiri. Tetapi yang jelas, Yesus peduli akan keluarganya.

Yesus yang melihat ibundanya dari atas kayu salib meminta Yohanes, murid terkasih-Nya, untuk merawat ibunya.

Kita pun dapat mengalami sakit, ditimpa bencana, atau terkena musibah. Namun, kita harus yakin bahwa Ia tahu segala penderitaan kita.

Memang kita tidak terbebas dari musibah. Juga tetap ada tanggung jawab untuk menyisihkan tabungan, menjaga kesehatan, berhati-hati ketika beraktivitas. Namun, Ia akan mengaruniakan kekuatan, penghiburan, serta menyediakan kebutuhan kita.

Selain itu, kita diberi kepercayaan untuk menolong mereka yang sedang ditimpa musibah sesuai kemampuan kita.

”Tuhan memedulikan kesusahan kita. Ia menyediakan yang kita butuhkan untuk menghadapi penderitaan kita”

Kommentare


bottom of page