top of page

WAKTU AKU TAKUT




Mazmur 56:4 “Waktu aku merasa takut, aku percaya kepada-Mu.”


Dalam keadaan terjepit, seseorang bisa melakukan "hal gila" agar menemukan jalan keluar. Itu pernah dialami Daud. Ia terpaksa kabur dari persembunyiannya karena dikejar-kejar Saul.


Pelariannya membawanya ke Gat, tempat para musuhnya tinggal. Orang-orang pun mengenalinya, menangkapnya, dan membawanya di hadapan Raja Akhis.


Raja Akhis bisa saja melenyapkan Daud sebagai balasan pada apa yang telah dilakukannya kepada ribuan orang Filistin. Daud terjepit, ia berada dalam bahaya.


Di saat terjepit itulah ia berpura-pura gila. Ia menggores-gores pintu gerbang dan membiarkan ludahnya meleleh ke janggutnya hingga membuat Akhis memandangnya dengan rendah dan mengusirnya.


Dengan hati hancur, Daud melarikan diri ke gua Adulam di Yudea. Ia merangkak masuk ke dalam gua itu dalam kesendiriannya, dalam kesepiannya.


Dan pada titik terendah di hidupnya dengan dikelilingi musuh-musuhnya, Daud mulai merenungkan kasih Allah yang lembut dan setia. "Waktu aku merasa takut, aku percaya kepada-Mu. Sengsaraku telah Kaucatat; taruhlah air mataku ke dalam kirbat-Mu" Mzm. 56:4, 9


Hidup kita mungkin seperti Daud. Terjepit oleh masalah yang menghimpit atau kita berada dalam gua penderitaan.


Namun, dalam kesendirian serta kesepiannya itu mari belajar melihat kesetiaan Tuhan dalam hidup kita.


Ya, hanya kehadiran Tuhan saja yang sanggup melenyapkan rasa takut di hati kita. Kita akan menikmati kesetiaan- Nya.


”Apapun yang membuat kita takut, percaya dan berserahlah kepada Tuhan sumber penghiburan kita”

Comments


bottom of page